Senin, Januari 19, 2009

Fantastis

Keluarga Mesak sangat bersukacita ketika anak yang mereka nanti-nantikan akhirnya lahir juga. Mereka mencari-cari nama yang luar biasa untuk anak yang begitu dinanti-nantikan itu.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya mereka sepakat untuk memberi nama Fantastis.

Fantastis Mesak, nama Fantastis itulah yang membuatnya sedikit tak enak. Dia risih akan nama itu.

Begitulah, Fantastis Mesak kemudian menjadi dewasa, menikah, mempunyai beberapa anak dan karirnya baik. Tapi semua itu tetap juga belum dapat membuatnya senang dengan nama Fantastis itu.

Pada masa tuanya, dia diserang penyakit dan keadaannya menjadi gawat. Menjelang ajalnya dia memohon pada istrinya, “Tolong jangan pasang nama Fantastis pada batu nisan saya, cukup Mesak saja,” katanya.

Lalu meninggalah Fantastis Mesak. Dan sesuai dengan permintaannya, isterinya tidak memasang nama Fantastis di batu nisannya. Tapi nama Mesak saja kelihatan terlalu sederhana. Ia ingin memasang sesuatu untuk mengenang betapa hebat suaminya semasa hidup.

Karena itu, di bawah nama Mesak ditambahkannya, “Yang begitu taat pada perintah TUHAN dan setia pada TUHAN sampai mati.”

Tapi kini akhirnya semua orang yang membaca nisan itu menggumam, “Fantastis!”

Tidak ada komentar: