Sabtu, Februari 28, 2009

Waktu Gue Teler

Seorang pria sedang lewat ketika melihat si kecil Joni sedang asyik nongkrong sambil mengisap rokok.

"Hei bocah kecil. Kamu kan masih terlalu kecil untuk merokok?"

Joni menatap orang itu tapi tidak ngomong apa-apa.

"Berapa umurmu?" tanya pria itu.

"Tujuh tahun", sahut Joni

"Tujuh tahun? Kapan kamu mulai kenal rokok?"

"Persis setelah saya pertama kali tidur dengan cewek", jawab Joni.


"Ha? Setelah tidur dengan cewek? Kapan itu?"

Johnny jawab, "Nggak ingat, waktu itu saya lagi teler"

Selengkapnya: Waktu Gue Teler

Jumat, Februari 27, 2009

Perasaan Bersalah Saat Konflik Aceh

Seorang pensiunan tentara mendatangi seorang ulama untuk menceritakan kegelisahan hatinya. Ulama itu dengan senang hati menerimanya.

"Apa masalahnya saudaraku?", kata sang ulama dengan nada lemah lembut.

"Begini Aa. Dulu sekali, di masa awal pecahnya konflik dengan GAM, saya bertugas di Aceh. Suatu hari seorang wanita mendatangi saya. Rupanya dia itu tentara GAM yang sedang dikejar-kejar tentara kita.

Dia sangat ketakutan dan memohon agar saya menolong dia, kalau tidak dia akan mati dibunuh. Salahkah saya kalau menolong dia Aa, walaupun waktu itu dia pihak musuh?"

"Oh tentu tidak, Saudaraku. Kalau untuk menyelamatkan nyawa manusia, itu adalah perbuatan baik"

"Terima kasih Aa. Saya memang menolong dia. menyembunyikan dia di loteng rumah tempat saya tinggal".

"Bagus sekali perbuatanmu Saudaraku. Lalu kenapa kok hatimu gelisah?"

"Masalahnya Aa, selama dia bersembunyi, saya jadi tergoda. Wanita itu sangat berterima kasih atas pertolongan saya, jadi dia mau melakukan apa saja. Akhirnya kami melakukan hubungan badan Aa, dan itu berlangsung terus"

Aa terlihat merenung beberapa saat. "Hm...ini memang masalah moral yang pelik. Saat itu memang saat yang sulit. Keadaan membuat kalian berduaan dalam waktu lama.

Itu memang salah, tapi di lain pihak dia akan mati kalau kamu usir dari sana. Tapi Aa percaya perbuatan baikmu lah yang lebih besar dari pada kesalahanmu, dan kamu akan mendapat pahala darinya"

"Oh terima kasih Aa...lega sekali saya mendengarnya", kata mantan tentara itu, "Aa, bolehkah saya bertanya satu hal lagi?"

"Silahkan Saudaraku", sahut Aa.

"Apakah menurut Aa sebaiknya saya beritahu dia, kalau konflik Aceh sudah berakhir?"

Selengkapnya: Perasaan Bersalah Saat Konflik Aceh

Kamis, Februari 26, 2009

Hukuman Cambuk

Pada waktu malam pergantian tahun di sebuah club malam di Dubai, didatangi polisi karena terjadi keributan yang disebabkan oleh 3 turis, 1 diantaranya turis asal indonesia, karena menggangu keamanan mereka akhirnya ditangkap, lalu disidang dan dijatuhi hukuman cambuk.

Pada saat eksekusi, terpidana 1 berasal dari Jepang dijatuhi hukuman 10 kali cambuk, si Jepang terkapar dengan tangisan luar biasa.. lalu giliran terpidana 2 yang berasal dari Amerika yang dengan sombongnya menertawai si jepang yang terkapar dengan 10 cambukan, sang hakim lalu marah dan menambah jumlah hukuman si amerika jadi 25 cambukan, akhirnya si amerika pingsan dengan punggung penuh luka cambuk.

Tiba giliran pemuda dari Indonesia, hakim bertanya "Apakah kamu dari indonesia negara yang kaya akan minyak dan orang yang sangat ramah ? karena hari ini ulang tahunku, akan kukabulkan 2 permintaanmu."

Lalu pemuda indonesia menjawab, "Yang mulia tidak perlu begitu tapi baiklah pertama saya minta dihukum 100x cambuk."

Hakim berkata, "Apa tidak salah, jago banget kamu, ok yang kedua ?"

Lalu pemuda Indonesia berkata, "Baik yang mulia saya minta si Amerika diikat ke punggung saya."

Selengkapnya: Hukuman Cambuk

Rabu, Februari 25, 2009

Perampokan Di Dalam Bis Kota

Dua pria bersenjata golok dan celurit membajak sebuah bis kota. Salah seorang diantaranya yang bertubuh jangkung dan berwajah tampan, mengancam para penumpang. "Serahkan semua barang berharga! AWAS kalau ada yang berani melawan!! AKAN KAMI BUNUH!!!".

Semua penumpang ketakutan, lalu memenuhi permintaan perampok tersebut. Setelah barang-barang berharga dan dompet para penumpang terkumpul, si tampan itu kemudian berkata " HEHEHE, TERIMA KASIH SODARA-SODARA SEKALIAN.. SEKARANG kami akan MENAMPAR SEMUA PENUMPANG PRIA dan MENCIUM SEMUA PENUMPANG WANITA!!".

"JANGAN!!", kata perampok satunya yang gendut dan jelek. "Kita harus menghargai semua wanita seperti kita menghargai ibu kita.."

namun tiba-tiba seorang penumpang nenek-nenek berteriak : "HEII BUNG YANG PENDEK GEMUK!! JANGAN IKUT CAMPUR!! KALAU TEMAN SITU BILANG CIUM, YA CIUM AJA!!"

Selengkapnya: Perampokan Di Dalam Bis Kota