Minggu, November 18, 2007

Anu Seperti Kacang

Yesi adalah seorang gadis kecil berumur 8 thn. Suatu saat dia berdialog dengan ibunya menceritakan tentang Tono, teman sekolahnya Yesi :


Yesi : "Bu, Yesi mau cerita nih. Tapi ibu jangan marahin yesi ya?"

Ibu : "Ada apa Yesi? Tentu ibu nggak akan marah sama Yesi dong"

Yesi : "Ehm,bu... ternyata burung Tono itu seperti kacang."

Ibu : "Ooo, maksud Yesi burung Tono kecil?... ya Tono kan masih kecil, jadi ya wajar kalau burungnya kecil juga"

Yesi : "Bukan itu. Maksud Yesi, burung Tono asin !!!"

Ibu : ??????

Selengkapnya: Anu Seperti Kacang

Cerita Huruf T Semua

"Tukang tempe tertantang tukang tahu" Tatkala temperatur terik terbakar terus tersebar, tukang tempe tetap tabah, "Tempe-tempe", teriaknya.

Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, "Tahu-tahu-tahu!" "Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!", timpal tukang tempe Tukang tahu tidak terima,"Tempenya tengik, tempenya tawar, tempenya terjelek!" Tukang tempe tertegun, terhenyak, "Teplakkk...!" tamparannya tepat terkena tukang tahu. Tetapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya tepat terkena tulang tungkai tukang tempe. Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya terhunus tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut, "Tidak takut!!!" tantang tukang tahu. Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan! Tujuh tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak. Tukang tahu terjerembab "Tolong...tolong...tolong...!",teriaknya terdengar tinggi. Tak lama, tukang tempe teruskan teriakannya, "Tempe...tempe....tempe...!"

Selengkapnya: Cerita Huruf T Semua

Budi Hebat

Budi adalah seorang anak laki-laki yang masih di Taman Kanak dan baru pindah dari kota besar ke desa, karena ayahnya berpindah tugas.

Hari pertama sekolah diberikan tugas untuk berhitung. Rata-rata murid di kelas itu mampu untuk menghitung sampai angka 50. Tapi Budi mampu menghitung sampai lebih dari 100, bahkan sampai 200. Dan dengan sangat gembira dia menceritakan hal itu pada ayahnya, ayahnyapun berkata:
"Ya nak, itu karena kamu anak kota."

Hari berikutnya di sekolah ada pelajaran mengeja huruf, sementara yang lainnya hanya mampu mengeja sampai huruf M, tapi Budi mampu mengeja sampai selesai. Dan kembali dengan gembira dia menceritakan itu pada ayahnya.
Ayahnyapun berkata:
"Ya nak, itu karena kamu anak kota."

Sampai suatu hari pada saat selesai latihan berenang di sekolah, pada saat mandi teman-temannya heran dan memperhatikan Budi terus. Setelah selesai dengan terheran-heran, Budipun pulang dan bertanya pada ayahnya, kenapa anunya sepuluh kali lebih besar daripada temannya:
"Apakah itu karena saya adalah anak kota?"

Ayahnyapun menjawab:
"Bukan nak, itu karena kamu 18 tahun..."

Selengkapnya: Budi Hebat

Dokter Yang Mampu Menyembuhkan Penyakit Bisu

Seorang yang bisa bertemu dengan teman lamanya yang dulu pernah sama-sama bisu di sebuah pertokoan di pusat kota.

"Saya tidak perlu lagi menggunakan bahasa isyarat itu sekarang," kata temannya.

Dengan penuh kagum dan penasaran si bisu bertanya bagaimana cara temannya itu bisa sembuh dari kebisuannya. Karena kebisuannya bukan karena cacat fisik maka ia bisa disembuhkan oleh dokter tempat ia berobat dengan menjalankan terapi khusus.

Si bisu akhirnya datang menjumpai dokter yang dimaksud oleh temannya. Setelah diperiksa oleh dokter tersebut, diambil kesimpulan bahwa si bisu bisa disembuhkan karena cacatnya bukan karena kerusakan fisik.

"Kalau begitu kita lakukan terapi pertama, silahkan anda pergi keruang sebelah, lepaskan celana dan menungging di meja pemeriksaan, saya akan menyusul sebentar lagi."

Si bisu melaksanakan apa yang suruh oleh dokter, dan tanpa sepengetahuannya, dokter tersebut masuk secara diam-diam sambil membawa sapu dan sebotol vaselin.

Tiba-tiba si dokter menusukkan sapu yang telah diolesi vaselin ke dubur si bisu, dan si bisupun berteriak, "aaaaaa!"

"Bagus sekali..., besok kita akan masuk ke huruf B." kata dokter sambil tersenyum.

Selengkapnya: Dokter Yang Mampu Menyembuhkan Penyakit Bisu