Jumat, Oktober 08, 2010

Salah Analisa

Seorang pria datang menjumpai dokter. "Dokter, saya menghadapi masalah," katanya, "Salah satu dari biji Zakar saya biru warnanya."

Dokter memeriksa biji zakar tersebut lalu tiba pada kesimpulan bahwa biji zakar itu sebaiknya diambil, sebab kalau tidak pria itu bisa mati.

"Dokter, gila apa?" teriak pria itu.

"Tega benar dokter mengambil keputusan yang demikian."

"Anda masih mau hidup bukan?" tanya dokter.

Dan terpaksalah pria itu merelakan salah satu dari biji zakarnya diambil.
Tapi dua minggu kemudian ia datang lagi menjumpai dokter.

"Dokter, bagaimana sih ini? Biji zakar saya yang satunya lagi pun telah berwarna biru pula."

Kembali dokter mengatakan bahwa jika ia masih ingin hidup, maka ia harus merelakan biji zakarnya diambil. Dan kembali lagi pria itu menolak.

"Anda masih mau hidup bukan?" tanya dokter. Dan terpaksalah pria itu merelakan biji zakarnya yang kedua diambil.

Tapi dua minggu kemudian ia datang lagi menjumpai dokter. "Rasanya ada yang tidak beres, kini penis saya pula yang menjadi biru."

Setelah memeriksa pasiennya, dokter menyampaikan kabar buruk. Jika ingin tetap hidup maka penisnya terpaksa harus diambil. Kembali pria itu meradang.

"Anda masih mau hidup bukan?!' tanya dokter.

"Ya. Tapi bagaimana nanti kalau saya mau pipis?"

"Hmm, saya akan memasang pipa plastik. Tidak ada masalah."

Begitulah, penis tersebut pun terpaksa diambil.

Dan beberapa hari setelah dioperasi, lelaki malang itu kembali datang menjumpai dokternya.

"Dokter, pipa plastik itu pun kini berwarna biru...."

"Hah?!"

"Apa sih yang terjadi?"

Dokter memeriksa lebih seksama, dan tak lama kemudian terdengar ia berseru,

"Oalah, ternyata celana jeans anda yang luntur...."

Selengkapnya: Salah Analisa

Kamis, Oktober 07, 2010

Kodok Istimewa

Seorang lelaki muda masuk ke sebuah bar seraya mengepit seekor kodok. Dia mengambil tempat di samping seorang gadis yang sedang duduk menyendiri.

"Kodok ini sangat istimewa," katanya pada gadis itu, memulai pembicaraannya, "Namanya Charlie."

"Apa keistimewaannya?" tanya gadis itu acuh tak acuh.

Mula-mula si lelaki kelihatan enggan memberitahukan keistimewaan kodoknya. Karena itu giliran si gadis yang menjadi penasaran dan mendesak diberi tahu. Akhirnya, setelah beberapa saat, si lelaki menyerah juga.

"Kodok ini sanggup memuaskan wanita," katanya setengah berbisik.

Dengan serta merta si gadis langsung menempeleng, menendang, dan menuduh lelaki itu sebagai suatu sumber kebohongan yang keji.

Tetapi si lelaki bersikeras menjamin bahwa ia tidak berbohong. Apa yang dikatakannya itu adalah benar.

Setelah bercerita panjang-lebar dan ke sana ke mari, akhirnya si gadis setuju untuk mengikuti si lelaki ke rumahnya, melihat kebolehan kodoknya itu.

DI sana si gadis langsung mengambil posisi berbaring, dan si lelaki meletakkan kodoknya di sisi tubuh di gadis.

"Okay, Charlie, lakukanlah!"

Tapi si kodok sedikit pun tidak bergerak.

"Okay, Charlie, lakukanlah!"

Si kodok masih juga belum bergerak, dan si gadis kembali mencaci-makinya.

"Okay, Charlie," kata si lelaki sambil meringis dan menyisihkan kodoknya, "Untuk yang terakhir kalinya, terpaksa aku harus memberi contoh lagi ..."

Selengkapnya: Kodok Istimewa

Rabu, Oktober 06, 2010

Tolong Ingatkan Ibu ...

"Tante," keluh Anto yang baru berumur enam tahun.

"Saya lihat ibu sering salah memerintah anaknya. Tolonglah Tante ingatkan Ibu."

"Loh, ada apa Anto?" tanya tantenya.

"Bayangkan, tante. Selama ini Ibu selalu memaksa saya ke kamar tidur biarpun saya belum mengantuk. Dan dia selalu membangunkan saya waktu saya masih tidur."

Selengkapnya: Tolong Ingatkan Ibu ...

Selasa, Oktober 05, 2010

Kamar Kecil

Di sebuah kelas Taman Kanak-kanak :

Guru: Anak-anak , kalau kalian mau buang air kecil kemana?

Murid: Ke kamar kecil Bu Guru.......( Serempak )

Guru: Kalau mau buang air besar kemana ?

Murid: Kamar besar Bu Guru......( Serempak juga )

Guru: Lho koq kamar besar , apa itu ?

Murid nyeletuk: Bu Guru kalau buang air "besar" dikamar "kecil" mana cukup?

Guru: !@#$%^&^*()........

Selengkapnya: Kamar Kecil