Sabtu, Februari 02, 2008

Asal lempar

Dalam Satu Penerbangan yang diikuti oleh orang-orang dari berbagai bangsa, tiba-tiba pesawat mengalami gangguan mesin. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh crew pesawat, maka diambil kesimpulan bahwa terjadi kelebihan beban penumpang. Maka Pilot memberikan pengumuman kepada penumpangnya.

" Dengan segala hormat kami minta kesediaan 3 orang untuk terjun keluar dari pesawat ini, agar penerbangan tetap bisa berjalan lancar " .

Maka melompatlah seorang warga Amerika sambil mengucapkan : " Hidup Amerika " .

Orang Perancispun tidak mau ketinggalan : " Hidup Perancis " .

Dan yang terakhir berteriaklah orang Yahudi : " Hidup Yahudi " Sambil mendorong orang Palestina keluar pesawat.

Selengkapnya: Asal lempar

Salah Pukul

Seorang nyonya rumah telah membuat babak belur seorang maling yang masuk ke rumahnya pada suatu malam. Si maling terpaksa harus di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari karena keadaannya yang mengerikan.

Setelah meminta penjelasan, kepala polisi dengan penuh kekaguman memuji kehebatan nyonya itu.

Polisi : " Ia sampai harus di rawat di rumah sakit, paling tidak selama tiga minggu. Mudah-mudahan dia kapok. "

Tapi sang nyonya kelihatan seakan-akan memikul beban yang amat berat.

Dia menarik nafas dalam-dalam dan berkata: " Saya sama sekali tidak bermaksud menyakitinya, apalagi sampai separah itu. Hal itu karena kekeliruan semata-mata, Pak. "

" Kekeliruan ? ! " tanya Kepala Polisi terkejut.

Nyonya : " Ya, kekeliruan ! Tatkala ia berusaha masuk rumah lewat jendela dapur saya sangka dia suami saya yang baru pulang dari bar. "

Selengkapnya: Salah Pukul

Emang Lo Aja Yang Punya Kakek?

Suatu ketika ada seorang penjual topi yang berjalan melintasi hutan. Cuaca saat itu sangat panas. Ia lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya.

Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut. Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak ke atas. Betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet. Dan, semua monyet itu mengenakan topi-topinya.

Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sekarang sedang dimain-mainkan oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garukkan kepalanya. Lalu ia melihat monyet-monyet itu ternyata menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Dan monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama.

Aha..! Ia pun mendapat ide..! Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.

Lima puluh tahun kemudian, cucu dari si penjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi juga dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya. Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Udara sangat panas. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya.

Ketika terbangun ia menyadari kalau monyet-monyet telah mengambil semua topi-topinya. Ia pun teringat akan cerita kakeknya. Ia mulai menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya. Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya. Kemudian ia melempar topinya ke tanah. Tapi kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi topi itu erat-erat.

Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu pedagang topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata, "Emangnya elo aja yang punya kakek...?"

Selengkapnya: Emang Lo Aja Yang Punya Kakek?

Hukuman Untuk Hal Yang Belum Dilakukan

Murid : Pak, apakah orang boleh dihukum untuk sesuatu yang belum diperbuatnya ?

Guru : Oh, tentu saja tidak. Orang hanya boleh dihukum untuk perbuatan yang telah dilakukannya.

Murid: Syukurlah, Pak. Saya belum membuat PR.

Selengkapnya: Hukuman Untuk Hal Yang Belum Dilakukan