Senin, Juli 30, 2007

Adegan Perselingkuhan

Aku memeluknya erat... Menghirup bau tubuhnya.

Merasakan kehangatan kulitnya. Dan aku berbisik, "I love you".

Dia menggeliat. Membuka separuh matanya, tersenyum, dan mengecup dahiku.

"I love you more...", balasnya memelukku erat.

Tiba-tiba dia terlonjak, terhenyak, mengambil jam tangan di meja samping tempat tidur.

"Aku harus pergi, aku sudah terlambat!"

Aku menggeliat dengan malas, kecewa... Aku masih merindukannya... Merindukan kehangatannya.

Dia tahu. Dia memelukku dari belakang dan mengecup leherku.

"Lusa kita bertemu lagi di sini...", janjinya. Aku tersenyum. Bibir kamipun bertemu.

Hangat dan penuh cinta, Kurapikan dasinya, dan dia mengancingkan bajuku.

Kami pun meninggalkan kamar hotel dan pulang ke ISTRI masing-masing...

Selengkapnya: Adegan Perselingkuhan

Manula yang Berkhayal

Di sebuah panti jompo terdapat dua lelaki tua, Pak Mul dan Pak Trisno yang tinggal sekamar. Suatu hari ketika perawat memasuki kamar mereka, ia melihat Pak Mul beraksi seolah-olah sedang naik kereta.

"Tuittt, tuuittt, jess! jess! jess!", kata Pak Mul.

"Sedang apa Pak Mul?", tanya perawat.

"Saya sedang naik kereta mau ke Yogyakarta.", jawab Pak Mul.

"Baiklah, selamat jalan.", kata perawat.

Lalu ketika ia berpaling ke Pak Trisno, dilihatnya lelaki tersebut sedang bermasturbasi.

"Bapak lagi ngapain?", tanya perawat.

"Saya sedang berselingkuh dengan istrinya Pak Mul, mumpung ia lagi keluar kota."

Selengkapnya: Manula yang Berkhayal

Lelaki Bangsat

Seorang gadis berusia 20-an menemui dr. Tomi, seorang psikolog.

"Dokter, saya merasa amat marah pada pacar saya sehingga saya memanggilnya lelaki bangsat. Ada kalanya saya rasa dia keterlaluan, dan ada kalanya pula saya rasa memang patut saya memanggil dia seperti itu.."

"Hmm.. panggilan itu memang hinaan yg agak melampaui batas untuk seseorang.. tapi, mungkin kamu punya sebab tersendiri sehingga memangilnya demikian. Ceritakanlah kepada saya agar saya dapat membantu.."

"Ya memang ada.. suatu malam kami berduaan dalam mobil di tepi pantai. Dia pegang tangan saya."

"Dia pegang tangan kamu seperti ini?" dr Tomi memberi contoh.

"Ya. seperti yg dokter lakukan"

"Kalau hanya ini, tidak sepatutnya dia dipanggil bangsat dong. Itu tandanya dia tidak mau berpisah dgn kamu..."

"Kemudian dia merapatkan badannya k epada saya dan memeluk bahu saya..."

"Dia lakukan seperti inikah?"

"Ya. seperti inilah dia peluk saya dokter.."

"Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau sentiasa berdampingan dgn kamu" kata dr Tomi.

"Kemudian dia cium saya.."

"Dia cium kamu seperti ini ?"

"Ya. Ciumannya sama seperti yg dokter lakukan."

"Kalau sekadar ciuman seperti ini, masih belum boleh dipanggil bangsat dong, itu tandanya dia sayang kamu, toh?"

"Kemudian dia memasukkan tangannya kedalam baju saya & meraba2 buah dada saya dokter.."

"Dia lakukan seperti ini kah?"

"Ya, seperti yg dokter lakukan inilah cara dia memperlakukannya.."

"Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau membelai diri kamu.."

"Kemudian dia menanggalkan semua pakaian saya satu persatu.."

"Adakah kamu membantah tindakannya?"

"Tidak, saya merelakannya sebab saya sayang dia.."

"Dia tanggalkan pakaian kamu seperti ini ?"

"Ya, sampai saya telanjang bulat seperti ini dokter..."

"Itu masih belum layak dipanggil bangsat, karena dia sebetulnya ingin mengenali diri kamu seutuhnya"

"Kemudian dia mencumbui saya lalu melakukan hubungan seksual dengan saya dok..."

"Dia lakukan seperti ini?"

"Ya. Memang itulah yg dia lakukan ketika itu"

"hmm, itu juga masih belum boleh dipanggil bangsat. Itu tandanya dia memerlukan kamu dong!"

"Tapi kemudian dia memberitahu saya bahwa dia sebenarnya mengidap AIDS"

"HAH?? BRENGSEK!! DIA..MEMANG .. BANGSAT!!.. BANGSAAATTT!!!!.. LELAKI BAAANGSAAAAAAAATTTTTT!!!!!!!!......"

Selengkapnya: Lelaki Bangsat

Terkena Penyakit Cina

Seorang turis Amerika berlibur ke Cina. Ketika di Cina, ia bermain dengan wanita nakal tanpa memakai kondom. Seminggu kemudian, ia pulang ke AS dan menemukan alat vitalnya diselimuti lingkaran- lingkaran warna hijau dan ungu.

Dengan ketakutan ia segera pergi ko dokter. Dokter yang kebingungan, karena belum pernah melihat hal ini, melakukan sejumlah tes dan mengatakan bahwa hasil tes akan diketahui dua hari lagi.

Turis tersebut kembali lagi dua hari kemudian dan dokternya berkata: "Berita buruk. Nama penyakit anda adalah Mongolian VD. Sangat langka dan hampir tidak pernah terdengar disini. Kami hanya tahu sangat sedikit mengenai penyakit ini."

Si turis kebingungan dan menjawab: "Ya... diapain deh dok, terserah... pokoknya cepat sembuh." Jawab si dokter, "Maaf, sampai saat ini belum diketahui metode penyembuhan yang tepat. Rasanya kami harus mengamputasi alat vital anda."

Si turis berteriak ketakutan, "Enak ajah! Nggak boleh! Aku mau cari doker lain!" Jawab si dokter: "Yaaa.. terserah, silahkan saja, tapi operasi amputasi adalah jalan satu-satunya."

Maka besoknya si turis mencari dokter Cina, dengan harapan setidaknya dia tahu sesuatu mengenai penyakit ini. Si dokter Cina memeriksanya dan berkata "Penyakit anda langka looo, ini namanya Mongolian VD, aaaa." Si turis kesal dan menjawab: "Iya.. saya tahu, tapi apa bisa disembuhkan? Dokter Amerika kemarin bilang kalau satu-satunya cara dioperasi dan diamputasi, bener nggak sih?"

Dokter Cina itu tertawa dan menggelengkan kepala, "Aiyaaa.. doktel Amelika wodoh aaaa... selalu pingin bikin duit, aaa.... opelasi sini, opelasi sana... nggak pellu opelasi ooo,...!" Si turis bahagia

"Waaaaaa... untung.... untung...."

"Nggak usah takut laaa... tunggu dua minggu, nanti juga putus sendili ooo, nggak pellu bayal-bayal buat opelasi...."

Selengkapnya: Terkena Penyakit Cina