Sabtu, Oktober 17, 2009

Akibat Data Yang Berbeda

Tak lama setelah terjadi musibah jatuhnya pesawat terbang, berkumpulah para mentri, pakar lembaga survey Quick Count (hitung cepat), dan wartawan.

Wartawan: “Pak, korban tewas berapa orang?”

Mentri : “Semua awak dan penumpang tewas jadi ada 25 orang”.

Wartawan: “Menurut Anda sebagai seorang pakar ?”

Pakar : “23 orang tewas”.

Wartawan: “Koq lain?”

Pakar : ”Lah Pak Mentri ngitung secara manual, sedangkan saya ngitung secara Quick Count. Beda dong…”

Wartawan: “Pak Mentri gimana nih… yg bener mana? 23 atau 25?”

Pak Mentri merasa terteror oleh keterangan Sang Pakar Quick Count dg jumlah korban berbeda. Setelah pikir-pikir sejenak maka dia ngejawab dg mantaaap.

Mentri : “Emm... Emm... begini adik-adik wartawan, jumlah semua yg meninggal ada 25 orang, terdiri atas 23 orang tewas akibat kecelakaan pesawat, plus 2 orang meninggal ketika pesawat baru terbang”

Wartawan : “Akh masa... tau dari mana?”

Mentri : “Kalo nggak percaya tanya aja sama almarhum pilotnya”.

Tidak ada komentar: