Selasa, November 30, 2010

Pasien Indonesia

Empat orang dokter bedah profesional asal negeri Paman Sam dikirim ke Indonesia guna membantu para korban kerusuhan dan para korban ledakan bom karena banyak dari mereka luka parah akibat peluru atau pecahan bom yang bersarang di tubuh mereka.

Ketika mereka sedang istirahat di ruang tunggu Rumah Sakit Pertamina, mereka mengobrol tentang pasien Indonesia favorit mereka.

Kata dokter bedah pertama," Saya suka orang Indonesia yang berprofesi sebagai akuntan. Setiap kali membedah, bagian tubuhnya sudah tertera dalam angka-angka."

"Bukan," sergah dokter bedah satunya. "Pustakawan tentu yang terbaik.Organ-organ dalam tubuhnya tersusun rapih berdasarkan abjad."

"Ah, kalian semua belum pernah mencoba membedah tukang listrik," kata yang satunya," Semua bagian dalam tubuhnya diberi kode warna!"

Tiba-tiba, dokter bedah terakhir setengah berteriak," Kalau saya, lebih suka politikus Indonesia. Membedah mereka lebih gampang, karena tidak punya hati, tidak punya otak, dan tidak punya saraf malu. Cuma mulutnya aja yang besar."

Selengkapnya: Pasien Indonesia

Senin, November 29, 2010

Steak yang Lebih Kecil

Suatu hari, Bill dan Tom pergi ke sebuah restaurant untuk makan malam. Begitu pelayan mengeluarkan dua steak, Bill dengan cepat memilih steak yang lebih besar untuk dirinya sendiri.

Tom tidak senang tentang itu: "Kapan kamu akan belajar untuk bersikap sopan?"
Bill: "Jika kamu memiliki kesempatan untuk memilih pertama, mana yang akan kamu pilih?"

Tom: "Bagian yang lebih kecil, tentu saja."

Bill: "Nah, mengapa kamu mengeluh tentang hal ini? Kamu menginginkan potongan yang kecil, kan?"

Selengkapnya: Steak yang Lebih Kecil

Minggu, November 28, 2010

Selingkuh

"Tolong saya Dok", kata Budi yang perwira militer pada dokter.

"Apa yang bisa saya bantu?", tanya dokter.

"Beberapa hari yang lalu waktu saya pulang dari kantor, saya menangkap basah istri saya sedang berselingkuh dengan lelaki lain. Lalu saya ambil pistol saya dan saya acungkan pada istri saya. Lelaki selingkuhannya berkata bahwa percuma saya membunuh istri saya karena saya akan masuk penjara dan tidak pernah lagi bisa bersama istri saya. Saya luluh, lalu ia mengajak minum kopi".

"Lalu apa masalahnya?", tanya dokter.

"Dua hari kemudian istri saya melakukan hal yang sama dengan lelaki yang sama. Saya todongkan pistol ke arah lelaki selingkuhan istri saya, tapi sekali lagi ia membujuk bahwa kalaupun ia mati, istrinya akan berselingkuh lagi dengan lelaki lainnya. Saya luluh dan ia mengajak saya minum kopi".

"Jadi apa hubungannya dengan kedatanganmu ke sini?", tanya dokter.

"Tadi saya memergoki istri saya melakukan hal yang sama lagi. Di depan mereka, saya todongkan pistol ke mulut saya, lalu lelaki itu berkata bahwa kalau saya mati akan rugi karena justru memberi peluang seluas-luasnya kepada kami untuk selalu bersama-sama. Saya luluh dan iapun mengajak saya minum kopi".

"Langsung ke pokok persoalan aja deh", kata dokter tak sabar.

"Kopi itu bisa merusak kesehatan saya nggak Dok?".

Selengkapnya: Selingkuh

Sabtu, November 27, 2010

Pelanggan Restoran

Ada seorang pelanggan yang sangat mengganggu di sebuah restoran. Pertama, ia meminta pelayan agar AC diturunkan suhunya karena dia terlalu panas, lalu dia minta suhunya dipanaskan lagi karena terlalu dingin, dan seterusnya sampai sekitar setengah jam.

Anehnya, pelayan itu sangat sabar, dia berjalan bolak-balik dan tidak pernah sekalipun marah. Jadi akhirnya, pelanggan kedua bertanya mengapa dia tidak mengusir orang tersebut.

"Oh, aku benar-benar tidak peduli atau memikirkan hal itu," kata si pelayan sambil tersenyum. "Restoran ini bahkan tidak memiliki AC..."

Selengkapnya: Pelanggan Restoran