Minggu, Oktober 31, 2010

Pertengkaran Suami Istri

Sepasang suami istri sedang berada dalam mobil, menyusuri jalan dalam kota, dan saling mendiamkan karena beberapa menit lalu mereka baru saja beradu argumen.

Tak lama, mereka melewati sebuah areal persawahan di mana banyak terdapat kambing dan sapi yang sedang merumput.

Si Suami menunjuk ke kawanan kambing dan sapi itu sambil berkata sinis kepada si Istri, "Saudara-saudara mu ya tuh?"

"Iya," jawab si Istri, "Saudara ipar."

Selengkapnya: Pertengkaran Suami Istri

Sabtu, Oktober 30, 2010

Telepon

"KRINGGGGG~~~KRINGGG~~~KRINGGGG~~!!!", bunyi telepon.

"Halo, selamat siang", jawab seorang wanita setengah baya.

"Lho, siapa ini?", terdengar sahut suara berat seorang pria.

"Oh, saya pembantu baru disini Pak. Saya baru kerja. Baru datang siang ini."

"Kalau begitu, Ibu mana?"

"Ibu sedang di kamar tidur Pak."

"Kalau begitu tolong panggilkan."

"Maaf Pak, Bapak siapa yah?"

"Saya suaminya."

"Hah, lha wong Ibu dikamar sama Bapak kok?!", si pembantu kaget

"Apa ?!?!?!" si Bapak lebih kaget lagi.

Si pembantu jadi bingung. "Nama kamu siapa?" tanya si Bapak lagi.

"Nama saya inem, Pak." jawab si Inem dengan gemetar.

"Inem, seperti apa laki-laki yang di kamar dengan ibu?"

"Rambutnya ikal, Pak. Dan pakai kaca mata.", jawab Inem dengan terbata-bata.

"KURANG AJAR !!! Pasti si Johan itu. INEM !!!", teriak Bapak.

"Ya pak?"

"Coba kamu intip, sedang apa mereka?"

"Aduh Pak, saya ngga berani"

"HEH !!! Saya Tuanmu tau !!! Cepat sana liat !!! Kalau tidak saya pecat kamu."

Dengan lutut gemetar, Inem berjalan sambil mengendap-endap menuju kamar majikannya. Dengan tangan gemetar dibuka pintu kamar itu dengan sangat hati-hati agar tidak diketahui orang yang didalam. Setelah itu dia melihat keadaan didalam dan langsung ke telpon lagi.

"Halo Pak..."

"Yah, apa yang terjadi disana?" jawab Bapak dengan tidak sabar.

"Anu, pak ..."

"ANU APA ?! CEPAT CERITAKAN !!!" bentak si Bapak.

"Ibu sama laki-laki itu sedang tidur, Pak"

"Cuma tidur?" tanya si Bapak lagi dengan tidak sabar.

"Mereka berdua sedang tidur tapi tidak pakai baju."

"APA ?!?!?! KURANG AJAR !!! SUDAH SAYA DUGA !!! DASAR ISTRI SIALAN !!!!", maki si Bapak. "INEM !!!", panggil si Bapak lagi dengan teriak tentunya.

"Iya Pak"

"Cepat ambil tali dan ikat tangan dan kaki mereka berdua, CEPAT !!!"

"Aduh Pak, kalau ini saya benar-benar nggak berani Pak", jawab Inem dengan suara yang hampir menangis.

"Dasar kamu bodoh !!! Hayo cepat laksanakan nanti saya kasih uang 1 juta" perintah si Bapak dengan tidak sabar. Karena diiming-imingi uang, timbul keberanian si Inem. Langsung diletakkan gagang teleponnya dan larilah dia ke dapur untuk mencari tali. Setelah di dapatkan talinya dengan mengendap-endap Inem masuk ke kamar majikannya. Dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun, pertama dia ikat tangan si Pria lalu kakinya.

Kemudian dia ikat tangan dan kaki si Ibu. Tapi sial, karena gugup tanpa sadar si Ibu terbangun. Melihat keadaan dirinya yang di ikat, si Ibu teriak: "INEM. APA YANG KAMU LAKUKAN ?! Kamu mau merampok yah ?!"

"Maaf Bu, saya disuruh Bapak." langsung si inem lari ke arah telpon, meninggalkan nyonya majikannya yang berteriak-teriak dengan marahnya dan si Pria yang mulai terbangun juga.

"Pak, sudah saya ikat Pak" lapor si Inem dengan ngos-ngosan.

"Bagus, sekarang ambil kamera di meja kerja saya ..."

"Meja kerja Bapak dimana?", potong si Inem.

"Gimana sih kamu ini. Itu yang di bawah tangga."

"Tangga???" si Inem kebingungan "Di rumah ini kan ngga ada tangganya, Pak. Nggak ada tingkat.", timpal Inem. Hening sesaat.

"Berapa nomor telpon ini?", tanya si Bapak

"8902076, Pak", jawab si Inem dengan polos.

"Maaf salah sambung." "KLIK", suara telpon ditutup.

Selengkapnya: Telepon

Jumat, Oktober 29, 2010

Trauma Ledakan Gas Elpiji

Dua karyawan untuk perusahaan gas berada di sebuah rumah untuk memperbaiki peralatan. Pria yang lebih muda berkata kepada yang lebih tua, "Wah, kau sudah tua!"

"Yeah, mungkin begitu, tapi saya masih dapat berlari lebih cepat dari kamu," jawab karyawan yang tua.

"Bagaimana kalau lomba lari untuk melihat apakah kamu benar?" kata karyawan yang lebih muda.

Setelah itu itu mereka mulai berlari dengan kecepatan penuh mengelilingi sekitar blok itu. Orang yang tua di depan diikuti oleh pria yang lebih muda di tikungan pertama, kedua, dan ketiga. Ketika mereka muncul di tikungan terakhir, orang muda itu melihat seorang wanita lansia berlari secepat kakinya bisa membawanya.

Bingung dengan hal ini, mereka berdua berhenti bertanya mengapa ia berlari di belakang mereka. Wanita tua itu menahan napas dan berkata,

"Yah, kalian ada di rumah saya memeriksa meteran gas saya, dan ketika saya melihat kalian lari, saya pikir lebih baik saya harus ikut lari juga!"

Selengkapnya: Trauma Ledakan Gas Elpiji

Kamis, Oktober 28, 2010

Satu Jam Lagi

Seorang perjaka tampan sedang bertamu di rumah seorang wanita yang sejak dahulu tergila-gila padanya.

"Perlu saya jelaskan pada Anda, satu jam lagi suami saya pulang."

"Tapi saya kan tidak melakukan sesuatu yang salah," ujar si perjaka terheran-heran.

"Ya, saya tahu itu," sahut si wanita, "tapi saya rasa Anda juga perlu tahu waktu yang masih tersedia, seandainya Anda ingin melakukan sesuatu yang salah itu."

Selengkapnya: Satu Jam Lagi