Kamis, Juli 30, 2009

Berobat Dengan Dokter Bermasalah

Pada suatu hari ada seorang pria datang ke praktek dokter.

"Pak Dokter, perut saya belakangan ini sering sakit ",keluhnya.

Dokter lalu memeriksa pasien tersebut. Setelah selesai pemeriksaan, lalu diberitahu tentang penyakitnya, pasien itu di beri obat oleh dokter.

"Obat ini harus dimasukkan lewat anus, dan harus tepat lokasinya, . . . untuk sekarang, saya yang akan memasukkan obat ini." Lalu Dokter tersebut memasukkan obat tersebut.

Setelah selesai...." Dan ini obat untuk nanti malam."

Pulanglah pria tersebut. Malam pun tiba dan dia harus memasukkan obat itu ke anusnya. Karena susah untuk memasukkan sendiri, lalu dia memanggil istrinya.

"Bu tolong masukkin obat ini ke anus saya."

"Sini saya masukkin, bapak nungging dulu dong..."

Sementara pria itu tersebut nungging, satu tangan si istri di letakkan di pundak untuk menahan posisi, lalu satu tangan lagi untuk memasukkan obat.

"AAHHHH...!!!" teriak si pria . . .

Istri nya kaget : "Sakit ya pak..???"

"nggak..!!!,bukan sakit...!!!

Saya baru sadar, ketika dokter itu masukkin obatnya ke anus saya, kedua tangannya ada di pundak saya...."

Selengkapnya: Berobat Dengan Dokter Bermasalah

Rabu, Juli 29, 2009

Setetes Es Cendol

Pada suatu hari ada seorang anak yang dari pagi mondar-mandir di depan rumahnya..

Ternyata anak itu menunggu penjual es cendol..

Dan saat tukang es cendol datang si anak lekas berlari menghampiri si tukang cendol, anak itupun bertanya:

Anak: "Mang..!! es cendol segelas berapa mang..??"

Tukang cendol: "Rp.1500 dik..!"


Anak: "Kalau setetes …??"

Tukang cendol: "Kalau setetes sih gratis dik..!"

Anak: "Kalau begitu tolong gelas saya tetesin es cendol sampai penuh..!"

Selengkapnya: Setetes Es Cendol

Selasa, Juli 28, 2009

Nasihat Nenek

Nenek sedang menasihati 2 orang cucunya, Dodo dan Lita, yang masih sekolah di Taman Kanak-kanak.

"Kalian harus sekolah yang tinggi, supaya kalian jangan seperti Nenek," ujar Nenek. Lalu Nenek menceritakan contoh-contoh kesulitan yang dialami orang berpendidikan rendah.

Lita dengan serius mendengarkan wejangan Neneknya. Berbeda dengan Dodo yang tampak acuh.

"Jadi, kamu tahu apa yang Nenek pesankan, Do?"

"Tahu, Nek," jawab Dodo.

"Apa itu?" tanya Nenek lagi.

"Kami tidak boleh bodoh."

"Ya, bagus," ucap Nenek memuji cucunya dengan penuh kekaguman, kemudian dia bertanya lagi, "Mengapa, cucuku?"

"Supaya tidak panjang umur seperti Nenek," jawab Dodo mantap.

Selengkapnya: Nasihat Nenek

Senin, Juli 27, 2009

Joan Si Tukang Gosip

Joan, si tukang gosip dan 'pengawas moralitas kota', pada suatu pertemuan dewan kota, menggosip bahwa tetangganya, George, telah menjadi alkoholik. Beberapa hari yang lalu ia melihat truk George diparkir di depan satu-satunya bar di kota mereka sampai larut malam.

George yang kebetulan ada di situ dan mendengar gosip tentang dirinya hanya memandangi Joan, dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Malam itu juga, sepulang dari pertemuan, George memarkir mobilnya di depan rumah Joan, lalu ia pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki dan meninggalkan truknya di depan rumah Joan selama tiga hari tiga malam.

Selengkapnya: Joan Si Tukang Gosip