Selasa, Desember 11, 2007

Kurang kompak

Di sebuah SD suatu kelas baru akan memulai pelajaran .

Murid SD : "Selamat pagi paaak !!!"

Guru : "Kurang Kompaaak !!!!"


Muris SD : "Selamat pagi pak !!" (lebih keras)

Guru : "Kurang Kompaaak !!!"

Murid SD : "Kurang Kompaaakkkk Pak !!!!"

Guru : "Selamat Pagi..."

Murid SD : !!!%$&#@*(*(())@*%#*@^^

Selengkapnya: Kurang kompak

Wilo-Wilo

Pada waktu sebelum pemilu biasanya diadakan kampanye di setiap pelosok. Dan ini terjadi pada saat kampanye GOLKAR di sebuah desa terpencil di Irian Jaya. Kampanye tersebut dilakukan oleh Ibu Pejabat dari wilayah pusat Jakarta.

Pada saat si ibu meneriakkan, bahwa
"apabila kalian memilih GOLKAR, maka hidup kalian akan lebih baik lagi", lalu penonton meneriakkan "wilo-wilo"....begitu seterusnya setiap meneriakkan yel-yel,..Yang disambut senang sekali oleh si Ibu pejabat.

Setelah selesai kampanye, sang ibu pejabat tersebut berkesempatan mengunjungi kampung-kampung yang masih primitif. Karena sangat primitif dan becek sekali, si pemandu desa tersebut mengingatkan kepada ibu pejabat,
"bu, hati-hati di sini banyak wilo-wilo loh, habis babi-babi tersebut tidak punya tempat buang hajat sih"

Selengkapnya: Wilo-Wilo

Pengertian Baik, Buruk, dan Parah

Dalam hidup selalu ada hal yang baik, buruk dan parah. Berikut beberapa contohnya.

Baik: Istri Anda mengandung.
Buruk: Anak Anda kembar lima.
Parah: Padahal Anda sudah menjalani vasektomi tiga tahun lalu.


Baik: Anak lelaki Anda mulai dewasa.
Buruk: Dia menjalin hubungan dengan perempuan sebelah rumah.
Parah: Anda juga.

Baik: Anak lelaki Anda mulai lebih banyak menghabiskan waktunya belajar di dalam kamarnya.
Buruk: Anda menemukan beberapa kaset video porno di kamarnya.
Parah: Anda ada di dalam salah satu episode.

Baik: Anak perempuan Anda mendapatkan pekerjaan.
Buruk: Sebagai pelacur.
Parah: Pelanggan utamanya asisten Anda, tapi pendapatan anak perempuan Anda lebih tinggi dari Anda.

Selengkapnya: Pengertian Baik, Buruk, dan Parah

Anda yang ke 8

Seorang pengawas dari pusat datang memantau sebuah RSJ. Di sana ia bertemu dengan seorang pasien yang sedang memancing di sebuah ember berisi air.

Lalu ia bertanya "Apa yang sedang anda pancing?"

"seekor makhluk yang tak berotak" jawab si pasien

"O ya? Sudah dapat berapa?" tanyanya lagi

"Anda yang ke-8."

Selengkapnya: Anda yang ke 8