Senin, Juli 30, 2007

Malam Pertama Ibarat Penjahat dan Penjara

Sepasang pengantin baru sedang bersiap menikmati malam pertama mereka. Pengantin perempuan berkata, "Mas, aku masih perawan dan tidak tahu apa-apa tentang seks. Maukah Mas menerangkannya lebih dulu sebelum kita melakukannya?"

"Seks itu sederhananya begini?., kita umpamakan penjara, punya kamu selnya dan punyaku penjahatnya. Di penjara, penjahat harus dimasukkan ke dalam sel," terang pengantin lelaki. Lalu mereka pun mulai bercumbu mengarungi lautan asmara.

Ketika sudah selesai dan si pengantin lelaki sedang berbaring akan memejamkan mata, si pengantin perempuan berkata, "Mas, penjahatnya lepas."

Pengantin lelaki pun mulai lagi memasukkan 'penjahatnya'. Rupanya si pengantin perempuan sangat menikmati hubungan asmara yang baru pertama ini ia rasakan. Setiap kali selesai, ia selalu mengatakan bahwa penjahatnya lepas atau melarikan diri, keluar dari selnya.

Setelah sekian kali, si pengantin lelaki dengan nafas terengah-engah berkata, "Dik, penjahat yang ini tidak menjalani hukuman seumur hidup."

Selengkapnya: Malam Pertama Ibarat Penjahat dan Penjara

Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami

Istriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap aku sinari
Jadi..
Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah...

Balasan Puisi sang istri ...

Suamiku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII..
Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
Pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin ? PLIS DEH...!!!

Selengkapnya: Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami

Giliran

Nyonya Besar curiga sama si Inem pembantunya ada main sama si Tuan Besar. Karena setiap kali Tuan Besar bilang mau pergi bisnis ke luar kota, malamnya si Nyonya merasa ada seseorang di kamar si Inem. Suatu hari pada saat Tuan Besar bilang mau keluar kota, malamnya si Nyonya ngomong ke si Inem,

"Nem, malam ini ibu mau tidur di kamar kamu, kamu boleh tidur di sofa.".

Si Inem merajuk, "Wah, kenapa bu? Nggak mau ah!".

"Jangan banyak tanya, nanti tak pecat!".

Si Inem terpaksa menurut. Malamnya sewaktu si Nyonya sedang tidur di kamar pembantu yang gelap, pintu kamar tiba-tiba terbuka, seorang laki-laki masuk. Si Nyonya berpikir, "Rasain lu, suami mata keranjang, dia enggak tahu si Inem nggak tidur disini, gue mo tahu cara dia main gila ama Inem!!!".

Selanjutnya yang si Nyonya rasakan adalah kenikmatan yang luar biasa, sehingga saking nikmatnya si Nyonya enggak mau maklumatkan perang malam itu. Cuma si Nyonya merasa senang campur heran karena anunya si Tuan Besar malam itu serasa lebih kencang dan lebih besar dari biasanya.

Besok malamnya si Nyonya bilang sama si Inem dia mau tidur lagi di kamar pembantu, si Inem nggak bisa buat apa2.
Malam itu si Nyonya merasakan lagi kenikmatan bak di surga dan dia merasa anunya suaminya kali ini tidak hanya lebih kencang dan besar tetapi juga panjang. Si Nyonya benar2 puas.

Besoknya begitu lagi, tetapi kali ini si Nyonya benar2 hampir kepayahanan karena anunya si Tuan Besar lebih perkasa dari 2 malam sebelumnya, benar2 kencang, panjang dan besar. Si Nyonya benar-benar puas habis2an. Besok malamnya si Nyonya bilang mau tidur lagi di kamar si Inem, tetapi kali ini si Inem benar2 ngebantah, dia bilang,

"Nyonya, maapin Inem, kali ini Inem benar-benar enggak terima!". si Nyonya marah, katanya, "Enak aja, elu main sama laki gue, harusnya gue yang enggak terima!". Si Inem kaget, lalu ngejawab,

"Nyonya salah sangka, malam pertama waktu nyonya tidur di kamar Inem, yang masuk itu si Dedi, jongos Nyonya yang cakep itu, malam kedua itu giliran si Joko, tukang kebun Nyonya yang kekar dan kece itu, dan kemarin malem itu kan si Mustafa, supir tuan besar yang keturunan Arab yang keren dan macho itu. Nah malam ini Inem nggak mau digantiin lagi sama nyonya,lagian bisa gawat nyonya, Bahaya, bisa kualat!!!...".
Si Nyonya hampir pingsan bertanya, "Emang malam ini giliran siapaaaa?".

"Giliran Steve, anak Nyonya!"

Selengkapnya: Giliran

Mengerjai Dokter Galak

Ada seorang dokter yang terkenal galak di sebuah Rumah Sakit. Karena galaknya, ke empat perawatnya ingin sekali menjahili dokter tersebut. Setelah beberapa hari, mereka sama2 membocorkan ide jahilnya satu sama lain.

Perawat 1 : "Aku telah memasang kapas di stestoskop dokter sehingga sulit dipakai untuk mendengar detak jantung."

Perawat 2 : "Termometer dokter kuisi dengan cat agar skalanya tetap 76 derajat celcius."

Perawat 3 : "Aku telah melubangi semua kondom pribadi dokter yang ada di laci dokter dan yang main gila dengan dokter pasti akan hamil."

Perawat 4 : (Tiba tiba pingsan ditempat!)

Selengkapnya: Mengerjai Dokter Galak