Sabtu, Januari 08, 2011

Alamat Rumah

"Nak, apakah tahu rumah Pak RW?" tanya seorang bapak kepada seorang anak yang sedang asyik bermain.

"Dari sini belok kiri, mentok, belok kanan, Bapak cari rumah no. 35," jawab si anak.

"Apakah itu benar rumah Pak RW?" tanya si Bapak kurang yakin.

"Bukan, itu rumah saya. Nanti bapak tanyakan sama mama saya di rumah 'Dimana rumah Pak RW?'," sahutnya.

Selengkapnya: Alamat Rumah

Jumat, Januari 07, 2011

Konser Anang-Syahrini Batal

Konser musik senilai milyaran rupiah yang dijadwalkan berlangsung di Senayan minggu ini pun terancam batal. Pasalnya, Anang ngambek, tak mau manggung. Ia ogah tampil di panggung. Karena Anang tak mau tampil, Syahrini pun ikut terkena getahnya.

Padahal artis pendukung konser tersebut tidak main-main. Selain Anang, Ada penampilan band COKELAT dan GIGI. Panitia pun resah.

Saat ditemui para wartawan di belakang panggung, wajah Anang nampak kesal. Manyun. Panitia marah-marah. Anang dicap plin-plan dan belagu. Selidik punya selidik, tak tahunya Anang ngambek karena di spanduk yang tersebar di jalanan tertulis:

SAKSIKAN...!! GIGI ANANG COKELAT...

Selengkapnya: Konser Anang-Syahrini Batal

Kamis, Januari 06, 2011

Kaca Mata

Seorang anak sedang mengalami pemeriksaan untuk menentukan lensa yang tepat bagi kacamatanya. Tapi, dia begitu banyak bergerak dan tak bisa memusatkan pandangan pada gambar-gambar di depannya. Dokter menjadi kewalahan. Akhirnya, untuk membuat anak itu bisa memandang ke satu titik, dia mengambil satu kantong kertas membuat dua lubang, lalu memasukkan kantong itu ke kepala si anak.

"Sekarang, katakan apa yang kau lihat."

Tapi, tiba-tiba si anak jadi menangis tersedu-sedu.

"Loh, mengapa?" tanya si dokter.

"Saya mau kacamata yang sama seperi punya abang saya," katanya.

Selengkapnya: Kaca Mata

Rabu, Januari 05, 2011

Melamar Sebagai Penasihat Investasi

Seorang penasihat investasi memutuskan untuk bekerja sendiri. Dia cerdas dan rajin, jadi usaha terus berjalan lancar, dan dengan segera ia menyadari bahwa ia memerlukan penasihat internal. Dan ia mulai wawancara pengacara muda.

"Seperti yang saya yakin Anda bisa mengerti," katanya memulai dengan salah satu pelamar pertama, "dalam bisnis seperti ini, integritas pribadi kita harus dipertanyakan lagi." Dia membungkuk ke depan. "Mas Joko, apakah Anda seorang pengacara yang jujur?"

"Jujur?" jawab pelamar itu. "Biar kuceritakan sesuatu tentang jujur. Kenapa, aku sangat jujur bahwa ayah saya meminjamkan saya 200 juta rupiah untuk pendidikan saya, dan saya membayar kembali setiap sennya begitu saya menangani kasus saya yang pertama."

"Mengesankan. Dan kasus macam apakah itu?" tanya sang penasihat investasi.

Pengacara itu menggeliat di tempat duduknya dan mengaku, "Dia menuntut saya di pengadilan untuk mengembalikan uangnya."

Selengkapnya: Melamar Sebagai Penasihat Investasi