Minggu, Juli 04, 2010

Komentar Paijo

Paijo adalah seorang pesuruh di sebuah SMA swasta yang cukup terkenal. Suatu siang, Paijo melihat kerumunan puluhan murid dan beberapa guru di teras ruangan kelas pelajaran Fisika. Dari suara ributnya, mungkin ada kejadian luar biasa di situ. Paijo semula acuh tak acuh, namun akhirnya ia datang mendekat juga karena salah satu guru yang juga wakil kepala sekolah memanggilnya.

Setelah diusut, ternyata ada seorang siswa yang sehabis pelajaran olah raga menendang bola yang seharusnya dia bawa ke gudang. Sialnya bola tadi mengenai kaca jendela nako sampai hancur berantakan.
Dasar sekolah swasta yang sudah terbiasa berdemokrasi, tidak heran kalau guru-guru di situ memberikan komentar atas kejadian tadi. Lagi pula ini berhubungan dengan kurikulum baru yang berbasis kompetensi (KBK) di mana para siswa diharapkan tidak hanya tahu teori tapi juga harus tahu keadaan nyata dalam situasi apapun. Berikut ini adalah dialog dari beberapa guru yang ada di situ.

Wakil Kepala Sekolah: “Bagaimana pendapat atau komentar bapak-bapak guru tentang kejadian tadi ?”

Guru Fisika: “Gerakan bola tadi merupakan contoh dari gerak balistik atau gerak peluru.”

Guru Kimia: “Massa kaca sebelum dan sesudah pecah sama.”

Guru Matematika: “Lintasan bola tadi pasti merupakan kurva melengkung parabola.”

Wakil Kepala Sekolah: “Bagus sekali komentarnya. Bagaimana menurut pak Sugih?”

Pak Sugih yang guru ekonomi menjawab: “Untuk mengganti kaca yang pecah perlu biaya Rp 100.000 pak.”

Wakil Kepala Sekolah: “Itu tidak masalah, kita bisa minta ke orang tua siswa yang menendang bola tadi. Bagaimana menurut Pak Paijo ?”

Paijo kaget setengah mati karena tidak menyangka kalau akan dimintai pendapat atau komentar. Tapi untuk menjaga gengsi, lagi pula dia pernah ikut nguping waktu guru-guru ditatar KBK, Paijo memberikan komentar menurut disiplin ilmunya.

Paijo: “Kalau ditinjau dari disiplin ilmu saya pak, pecahan kaca tadi… eh… anu… menambah pekerjaan saya tapi tidak menaikkan gaji saya pak!”

Wakil Kepala Sekolah: “Pintar juga pak Paijo, ada musibah malah digunakan kesempatan untuk minta naik gaji.”

Selengkapnya: Komentar Paijo

Sabtu, Juli 03, 2010

Menelan Pisau

"Dokter, tolong cepat! Anakku menelan pisau cukur!"

"Jangan panik, Aku datang segera. Apakah Anda sudah melakukan sesuatu?"
"Ya, saya akhirnya mencukur dengan alat cukur listrik."

Selengkapnya: Menelan Pisau

Jumat, Juli 02, 2010

Orang Berkaki Empat

Kakak: “Dik, coba tebak orang apa yang kakinya empat?”

Adik: “Orang lumpuh Kak…”

Kakak: “Salah…!”

Adik: “Orang aneh…”

Kakak: “Salah…!”

Adik: “Orang apa sich emangnya?”

Kakak: “Orang bilang sich kuda, kucing, anjing, dll.”

Adik: “Yeeeeeeeeeee…!”

Selengkapnya: Orang Berkaki Empat

Kamis, Juli 01, 2010

Kenapa Anak Suka Nonton Televisi

TV Tidak Pernah Memarahi Penontonnya
Sementara masih ada orang tua yang sedikit-sedikit maunya marah. Memang sih, maksudnya baik, tapi caranya mungkin yang kurang pas.

TV Ada Warnanya
Padahal ada juga sih, orang tua yang berwarna (maksudnya wajahnya jadi merah kalau lagi ngomel).

TV Bisa Menghibur
Orang tua juga mampu menghibur, tapi paling-paling hanya sampai 2 jam saja. Kalau TV kan bisa berjam-jam.
TV Tidak Banyak Bertanya
Kalau pun bertanya, si anak tidak perlu takut salah memberi jawaban karena TV-nya tidak mendengar jawaban mereka.

TV Tidak Pernah Menyuruh Bobo Siang
Kalau itu sampai terjadi, tentu saja TV-nya tidak ada yang nonton.

TV Tidak Pernah Menyuruh Mengepel Lantai
Meskipun ada iklan yang menggambarkan bagaimana cara mengepel lantai dengan baik dan benar.

TV Tidak Sering Tanya PR
Kecuali acara pendidikan. Selebihnya adalah pertanyaan: "Ke mana acara liburanmu besok?"

Selengkapnya: Kenapa Anak Suka Nonton Televisi