Selasa, Desember 08, 2009

10 Alasan Mengapa Blogger Menjadi Depresi dan Stress

10 Alasan Mengapa Blogger Menjadi Depresi dan Stress

1) Blognya tidak ada lagi yang kasih komentar.

2) Sudah rajin ngasih komentar di ribuan blog, tetap ga ada yang kasih komentar di tulisannya.

3) Sudah kasih kontes-kontesan berhadiah, tetep ga ada yang kasih komentar.

4) Membaca blog yang tulisannya begitu tidak penting tapi dikomentarin oleh puluhan blogger. Sedangkan blognya sudah ditulis dengan penuh hati-hati, banyak riset sana-sini, tetap tidak ada yang kasih komentar.

5) Entah kenapa, sudah berkali-kali menyebut dirinya cowo, tetep saja disebut MBAK.

6) Nembak cewe dari blognya tapi ditolak mentah-mentah di blognya juga dan ditertawakan ribuan blogger langsung di blognya juga. Sedih! Hatiku sedih. Terlahir sebagai pecundang

7) Salah menulis blog. Pengennya menulis sebebas-bebasnya, eh, kebablasan dan malah nyebut kalau dirinya impoten. Wo ow! Kamu ketahuan

8) Diajak kopdar. Ketemuan di Plaza Semanggi. Foto-foto. Trus kaget, ketika foto-fotonya diposting, liat gambar dirinya ternyata digigi masih nyangkut sayur!

9) Jatuh cinta dengan seorang blogger wanita. Minta kopdar. Si blogger wanita mau. Ketemuan. Setelah ngobrol sana-sini, ternyata si blogger sudah bersuami, beranak dua pula.

10) Lihat nomor 1. (Capek mikirnya)

Selengkapnya: 10 Alasan Mengapa Blogger Menjadi Depresi dan Stress

Senin, Desember 07, 2009

Super Komputer

Seseorang insinyur baru saja berhasil menciptakan sebuah super komputer baru. Insinyur itu bermaksud menjual hak patennya kepada sebuah perusahaan komputer. Direktur perusahaan itu masih muda. Untuk memperlihatkan kemampuan komputernya itu, ia meminta direktur itu mengajukan sebuah pertanyaan.

"Baik," kata direktur muda itu. Ia duduk lalu mengetik,

"DI MANA AYAHKU?"

Tak lama kemudian keluarlah jawaban, "AYAHMU SEDANG MEMANCING DI TORONTO".

"Komputer payah," kata direktur itu, "ayahku telah meninggal 20 tahun lalu!"

Tapi insinyur itu tetap yakin dengan kemampuan komputernya. "Cobalah anda tanya dengan cara lain," usulnya.

Direktur itu mengetik sekali lagi, "DI MANA SUAMI IBUKU?"

Komputer itu menjawab, "SUAMI IBUMU TELAH MENINGGAL 20 TAHUN LALU. AYAHMU BARU SAJA MENDAPATKAN IKAN TONGKOL SEBERAT SATU KILO."

Selengkapnya: Super Komputer

Minggu, Desember 06, 2009

Pergi Ke Planet Mars

NASA sedang mewawancarai tiga orang profesional untuk dikirim ke Planet Mars. Hanya satu orang yang akan pergi ke sana dan tidak bisa kembali ke bumi lagi.

Pewawancara bertanya pada pelamar pertama, seorang insinyur, berapa banyak ia mau dibayar. "Satu juta dollars," jawab sang insinyur. "Aku mau menyumbangkan semuanya itu untuk almamaterku."

Pelamar berikutnya adalah seorang dokter. Setelah ditanya, ia menjawab, "Dua juta dolar, aku ingin memberikan yang satu juta dolar kepada keluargaku dan satu juta dolar lagi untuk pengembangan penelitian medis."

Pelamar terakhir adalah seorang pengacara. Saat ditanya berapa banyak ia mau dibayar, ia berbisik pada si pewawancara, "Tiga juta dolar."

"Mengapa jauh lebih banyak daripada yang lainnya?" tanya si pewawancara.

Pengacara menjawab, "Kamu beri saya tiga juta, aku akan memberimu satu juta, aku sendiri akan ambil satu juta, dan kita kirim si insinyur ke Planet Mars."

Selengkapnya: Pergi Ke Planet Mars

Sabtu, Desember 05, 2009

Mencetak Warna Pada Printer

Suatu hari seorang customer service di perusahaan printer mendapat telepon dari pelanggannya. Sang pelanggan rupanya mendapat kesulitan untuk mencetak warna kuning, hanya warna cyan dan magenta yang tampak.

Si Customer Service (CS) pusing tujuh keliling, apalagi ketika pelanggannya mengatakan bahwa ia bisa mencetak warna-warna lainnya, termasuk kombinasi warna kuning, seperti hijau.

Si CS kemudian meminta pelanggannya untuk mengganti cartridge tinta, menghapus driver-nya dan kemudian meng-install-nya kembali.

Tapi saran itu tidak membuahkan hasil. Bahkan teman-teman CS lainnya tidak ada yang tahu bagaimana caranya mengatasi masalah ini.

Setelah dua jam dalam kebingungan, si pelanggan bertanya, "Apakah mungkin sebaiknya saya mencetak di atas kertas berwarna putih daripada kertas berwarna kuning yang saya pakai sekarang?"

CS, "ya ampun... Buseet dah!!"

Selengkapnya: Mencetak Warna Pada Printer