Sabtu, Januari 05, 2008

Alat Pendeteksi Kebohongan

Budi adalah seorang profesor penemu ulung, dia berhasil menciptakan robot yang bisa mendeteksi kebohongan, dia membuat robot itu sedemikian rupa sehingga ketika mendengarkan kebohongan, sang robot akan langsung menampar si pembohong itu...

Budi dengan bangga membawa robot itu ke ruang keluarga dan menunggu anaknya pulang...
tapi anaknya tak kunjung pulang...

Ditunggu-tunggu baru sore hari sang anak pulang...

"Kamu dari mana ? kok pulangnya telat" tanya si Budi

" Ada pelajaran tambahan pa" jawab sang anak

*PLAK* Sang robot menampar si anak...

"Nak, ini adalah robot ciptaan ayah, dia akan menampar siapapun yang berbohong..! sekarang katakan dengan jujur, kenapa pulangnya telat ??!"

"Maaf ayah.. aku habis menonton film di rumah teman..."

"Film apa?"

"Film Sinetron pa"

*PLAK*

"Ayo katakan dengan jujur film apa ??"

"Maaf Ayah... saya menonton film porno"

mendengar itu marahlah si Budi..

"Kamu itu yach ... kecil-kecil uda nakal, mau jadi apa kamu nanti besar ?
kurang ajar kamu yach ... bikin malu ajah....
perbuatan yang benar-benar memalukan..!!! papa waktu seumuran kamu gak pernah melakukan hal senakal kamu...!"

*PLAK* Budi ditampar sang robot

Suasana hening untuk beberapa saat...

Istri Budi kemudian masuk datang dan langsung berkata... "huh, sama aja kelakuannya, apel gak akan jatuh jauh dari pohonnya kan ? ya gimanapun juga dia anak Elo, jadi "

*PLAK*

Sang robot menampar istri Budi sebelum sang istri sempat menyelesaikan kata2nya..

Dan semua terdiam...

Selengkapnya: Alat Pendeteksi Kebohongan

Jawaban Ujian Menjelang Hari Natal

Seorang mahasiswa malas mempersiapkan diri menghadapi ujian menjelang liburan Natal. Akhirnya, di lembar jawaban ia mencoretkan komentar:

"Soal-soal ini terlalu sukar. Cuma Tuhan yang bisa menjawabnya. Selamat Natal!"
Ketika menerima hasil ujian, di kertasnya tertulis komentar balasan:

"Tuhan dapat 100; kamu dapat 0. Selamat Tahun Baru!"

Selengkapnya: Jawaban Ujian Menjelang Hari Natal

Sopir Taksi Baru Kerja

Kejadian ini terjadi hari Senin lalu, sebut saja namanya, Susi. Karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, Susi harus bekerja sampai larut malam dikantornya. Ketika ingin pulang Susi menyetop taksi untuk mengantarnya pulang.

"Kebon Jeruk ya Pak"

Sopir taksi itu hanya menggangguk, selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Susi dan Sopir Taksi, mungkin Susi merasa capek karena bekerja sampai larut malam. 20 menit lamanya keheningan terjadi, tiba-tiba Susi ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi. Susi lalu menepuk pundak Sopir taksi dengan maksud berhenti dulu didepan untuk mengambil uang di ATM.

Tapi tiba2 setelah pundaknya ditepuk oleh Susi, Sopir taksi itu secara membabi buta membanting setirnya ke kanan kemudian ke kiri sambil berteriak secara histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.

Untung Susi dan Sopir Taksinya tidak mengalami luka yang cukup parah. Sopir Taksi itu kemudian meminta maaf kepada Susi

"Maaf ya Bu, Ibu nggak apa-apa? Ibu sih make nepuk pundak saya, kagetnya setengah mati bu!!"

"Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget??"

"Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir Taksi, Bu"

"Emangnya pekerjaan bapak sebelumnya apa??"

"Selama 20 tahun saya jadi SOPIR MOBIL JENAZAH..."

Selengkapnya: Sopir Taksi Baru Kerja

Guru Mengajarkan Cara Mengisi Biodata

Seorang Ibu Guru Sekolah Dasar membagikan Daftar Isian murid-murid, mengenai data-data murid itu sendiri dan kedua orangtuanya.

Ada seorang murid yang selalu bertanya karena ingin “mengerjai” Gurunya.


Murid: “Bu, nama orangtua ditulis, ya?”

Guru: “Ya, ditulis.”

Tidak lama kemudian, murid tersebut bertanya lagi…

“Bu, alamat orangtua ditulis?”

Jawab Gurunya mulai kesal…

“Ya, ditulis!” katanya.

Belum tiga menit si murid bertanya lagi…

“Bu, jenis kelamin orangtua ditulis?”

Jawab Ibu Guru itu, yang kekesalannya telah sampai ke ubun-ubun…

“Nggak!! Digambar!!!”

Selengkapnya: Guru Mengajarkan Cara Mengisi Biodata